Satu Tahun Lalu di Menes Pandeglang Banten

tauhidSekitar satu tahun yang lalu saya berkunjung dan berdiskusi dengan seorang Guru di Menes Pandeglang Banten, dan menanyakan sesuatu hal tentang apa yang harus dipahami jika menjadi seorang pemimpin, beliau dengan tersenyum dan menyuruh saya membuka dan membacakan Ayat Suci Al-Qur’an Surah Al-Baqarah dari ayat 1 sampai dengan ayat 20. Sehingga kemudian terjadi pendalaman dan kajian makna yang termaktub dalam ayat-ayat tersebut, beberapa  inti dari pesan dan nasehat Guru yang saya ingat adalah sebagai berikut :
  1. Kita harus yakin dan percaya akan kebenaran Kitab Suci Al-Qur’an dan Kitab-Kitab Suci yang telah diturunkan sebelumnya.
  2. Memahami Al-Qur’an harus dengan taqwa agar diberi petunjuk dan menjadi orang yang beruntung. Bertaqwa yaitu mereka yang beriman kepada yang Ghaib, dan seterusnya.
  3. Janganlah menjadi orang munafik dan sesungguhkan mereka itu tidak beriman kepada Allah SWT. Dan diantara mereka itu sebetulnya tidak sadar sedang menipu dirinya sendiri, meskipun mereka mengaku beriman kepada Allah dan hari kemudian.
  4. Janganlah menjadi pendusta, dimana mereka sebenarnya melakukan kerusakan di muka bumi ini namun mereka mengaku merekalah yang melakukan perbaikan.
  5. Jika mereka berkumpul diantara mereka, dan mereka sebetulnya sependirian dengan syaitan, mereka suka memperolok-olok. Maka, Allah akan membalas olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
  6. Mereka tuli, bisu dan buta, dan mereka tidak akan kembali ke jalan yang benar.
  7. Hal tersebut tidak hanya menghinggapi orang kafir, melainkan dikalangan yang mengaku beriman pada Allah pun akan terhinggapi.
  8. Maka terangilah, jiwa dan hati kita agar kita tidak terjangkiti sifat kemunafikan.
  9. Sehingga untuk menjadi Pemimpin harus bersih dan luruh hatinya, senantiasa bertaqwa dan dekatkan diri pada Allah agar diberikan petunjuk dan terang dalam memimpin kelak.
Baca dan Renungkanlah! (Surah Al-Baqarah Ayat 1 s.d. 20)
1
Alif laam miin. “
2
Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, “
3
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
4
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. “
5
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. “
6
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.”
7
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup . Dan bagi mereka siksa yang amat berat”
8
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian ,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.”
9
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.”
10
Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”
11
Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi “. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.
12
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”
13
Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.”
14
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka , mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.
15
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
16
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.”
17
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api , maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.”
18
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),”
19
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati . Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir .”
20
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.”

Tentang maman fathurochman

Berkomitmen untuk turut serta mewujudkan Pandeglang yang Bersih, Berbudaya, dan Berkesejahteraan, menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, serta senantiasa bersyukur dan berharap ridho Allah SWT.
Pos ini dipublikasikan di Ulasan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s