Deklarasia Keprihatinan Banten

Audiensi dengan Pimpinan KPKRelease: Tokoh Pendiri Provinsi Banten (TPPB)
DEKLARASIA KEPRIHATINAN BANTEN
Assalamun’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Persis 13 tahun yang silam (Oktober 2010) melalui organisasi yang bernama Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten (BAKOR PPB) yang didukung segenap lapisan msayarakat Banten, kami berhasil mewujudkan cita-cita yang telah lama kami perjuangkan, yakni menjadikan Banten sebagai provinsi yang berdiri sendiri, terpisah dari pemerintahan Jawa Barat. Secara resmi pembentukan Provinsi Banten tertuang dalam keputusan politik DPR-RI pada tanggal 4 Oktober 2010.
Segera setelah Provinsi Banten terbentuk, BAKOR PPB yang menjadi salah satu alat perjuangan, kami bubarkan. Tujuannya agar kami menjaga kemurnian niat baik kami dan terhindar dari berbagai interest (baik kelembagaan, kelompok, maupun orang per orang) yang tidak ada hubungannya dengan tujuan utama pembentukan provinsi Banten, yaitu mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki Banten, untuk sebesar-besarnya kemajuan masyarakat Banten.
Berbagai komponen ingin masyarakat Banten dapat berkembang dan maju sejajar dengan provinsi-provinsi lain yang telah maju. Untuk alasan ini pula segenap komponen masyarakat Banten bekerja saling bahu membahu; memeras biaya, tenaga, pikiran, dan bahkan air mata, karena ternyata rintangan yang harus kami hadapi sama sekali tidak ringan.
Tetapi, rasa suka cita kami warga Banten berhasil membentuk ProvinsiBanten rupanya tidak berlangsung lama. Sebab dalam perjalanan waktu, ternyata pemimpin yang diberikan amanat untuk menjalankan pemerintahan tidak secara sungguh-sungguh mengemban amanat itu. Yang terjadi justru sebaliknya, Provinsi Banten dengan segala asset dan sumberdaya yang ada di dalamnya, diperlakukan secara bengis sebagai objek pemupukan kekuasaan dan harta benda sekelompok kecil orang dengan berlindung di balik mekanisme dan system yang sebenarnya manipulative.
Ciri-ciri pemerintahan yang buruk (bad governance) yang kita ingin enyahkan di era reformasi, seperti KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), justru tumbuh subur menandai perjalanan pemerintahan Provinsi Banten sejak awal berdirinya. Akibatnya, hak-hak rakyat Banten untuk memperoleh manfaat pembangunan diabaikan.
Aroma penyimpangan yang bercorak “struktural, sistemik dan massif” di Banten sebenarnya telah menjadi “obrolan warung kopi” (pengetahuan umum) warga Banten. Bahkan mulai dari protes sampai pengaduan pun (lengkap dengan segala bukti yang bisa dihimpun) pernah disampaikan kelembaga-lembaga peradilan. Tetapi semuanya seperti sia-sia, karena praktek penyimpangan kekuasaan dan tindak pidana korupsi di Provinsi Banten telah menemukan bentuknya yang demikian sistemik.
Berita yang menghiasai media massa akhir-akhir ini pasca penangkapan TCW sebagai tersangka oleh KPK, dan disusul dengan pencekalan kakak kandungnya Gubernur Banten keluar negeri, sedikit banyak menimbulkan efek demoralisasi yang mempengaruhi kinerja pemerintahan, dan semakin pudarnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.
Oleh karena itu, kami sebagai warga Banten yang menjadi saksi hidup dan pernah diberi kepercayaan masyarakat (melalui BAKOR PPB) membentuk Provinsi Banten, memandang perlu secara moral untuk menegaskan beberapa hal sebagai berikut:
  1. Selaku orang yang diberi kepercayaan untuk memimpin BAKOR PPB, kami merasa prihatin dan sekaligus mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh warga Banten, karena provinsi yang dulu kita perjuangkan bersama dan kita harapkan dapat memberikan pengabdian kepada masyarakat, masih jauh dari harapan.
  2. Menyadari berat dan rumitnya masalah yang dihadapi, kami mendukung sepenuhnya langkah KPK untuk mengungkap berbagai praktek tindak pidana korupsi di Provinsi Banten yang nyata-nyata telah menimbulkan kerugian begitu besar bagi masyarakat Banten, baik moril maupun materil.
  3. Mendorong KPK untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berdasarkan bukti-bukti yang ada terindikasi mengetahui dan atau turut terlibat dalam tindak pindana korupsi, baik yang ada dalam pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan. Sebab layak diduga praktek tindak pidana korupsi di Banten berlangsung dalam suatu jalinan KKN yang “terorganisasi”.
  4. Menghimbau kepada warga Banten, yang pernah menjadi korban atau merasa dirugikan akibat praktek penyimpangan kekuasaan di Provinsi Banten dapat dengan sukarela memberikan bukti-bukti atau kesaksian kepada pihak KPK.
  5. Meminta kepada lembaga-lembaga yang berwenang untuk memberikan perlindungan kepada pihak-pihak yang secara sukarela ingin memberikan kesaksian terhadap praktek tindak pidana korupsi sesuai dengan bukti yang dimilikinya.
  6. Menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Banten, untuk terus mengawal agar proses hukum yang tengah ditangani KPK dapat ditegakkan seadil-adilnya. Hanya dengan cara ini kepercayaan masyarakat Banten terhadap pemerintahnya dapat dipulihkan dan dengan demikian pemerintah kembali dapat menyelenggarakan tugas-tugas pokoknya memberikan layanan kepada masyarakat. Pemimpin dengan segenap aparat pemerintahnya bisa silih berganti, tetapi Provinsi Banten tidak tergantikan; Ia harus tetap tegak, dan maju bersama masyarakatnya.
Kami tegaskan bahwa ungkapan keprihatinan dan dukungan kami terhadap langkah KPK sepenuhnya harus diletakkan dalam konteks kehidupan publik masyarakat Banten, tidak ada hubungannya dengan pribadi-pribadi.
Sekian.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Jakarta, 17 Oktober 2013
Tokoh Pendiri Provinsi Banten (TPPB)
Juru Bicara:   Uday Suhada

Tentang maman fathurochman

Berkomitmen untuk turut serta mewujudkan Pandeglang yang Bersih, Berbudaya, dan Berkesejahteraan, menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, serta senantiasa bersyukur dan berharap ridho Allah SWT.
Pos ini dipublikasikan di Harapan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s