Membangun Politik Akal Sehat

lawan bukan musuh

Politik akal sehat dan bermartabat menjadi penting pasca pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia, semua harus kembali kepada kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan seluruh Rakyat Indonesia. Kita harus meninggalkan politik balas dendam dan saling menjatuhkan satu sama lain, tidak ada kalah menang, menghitung skor dan angka-angka yang hanya membawa petaka, kita harus merasakan bahwa semua itu adalah kemenangan bersama, membangun sejuta kawan tanpa ada satupun lawan. Lawan itu bukan musuh, bahkan lawan itu adalah kawan kita menuju kemenangan dan keberhasilan. Politik akan sehat adalah sebuah keniscayaan di negeri tercinta ini, semua harus berproses sebagaimana mestinya, tanpa mengedepankan kepentingan sesaat dan dan kepentingan kelompok semata. Politik akal sehat harus memberikan dukungan kepada kebenaran dan selalu kritis dan melawan terhadap ketidakbenaran! Tahun ini adalah tahun politik, seperti media massa selalu memberitakan dan mengistilahkannya. Saat ini tepat dimana hari pelantikan Presiden Terpilih Indonesia Jokowi-JK di depan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan pada beberapa bulan terakhir in adalah bulan penting dalam menentukan pemimpin tertinggi kekuasaan eksekutif pemerintahan. Kita sebagai rakyat baru saja melaksanakan hak dan kewajiban politik dalam menentukan Presiden RI lima tahun ke depan. Mekanisme demokrasi memang metode yang negara ini sepakati dalam proses suksesi kepemimpinan negara. Metode yang dipilih oleh hampir semua negara di dunia. Penentuan pemimpin oleh rakyat sebagai bentuk kedaulatannya. Cara-cara yang dilakukan dalam proses demokrasi dilakukan dengan mekanisme yang bermartabat. Jangan sampai proses demokrasi yang menjunjung tinggi moralitas justru menjadi rivalitas yang kontraproduktif terhadap kondisi politik negara. Keniscayaan dalam proses ini adalah kebesaran jiwa. Tidak ada yang kalah dalam proses ini, semuanya adalah pemenang. Demokrasi memang bukan produk alamiah (genuine) yang lahir dari pri-kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Konsep tentang demokrasi itu ditanamkan begitu saja laksana tiang, sehingga ia terlihat tegak, namun tidak hidup layaknya pohon yang memiliki akar. Demokrasi transplantasi namanya. Dalam demokrasi macam ini, bila ia diibaratkan sebagai poin, maka pohon jeruk dapat saja berbuah apel, karena demokrasi di negara ini adalah hasil pencangkokan. Demokrasi voting yang tidak mengutamakan akal sehat. Tentu saja tidak bermaksud mentasbihkan bahwa kebudayaan kita bukanlah kebudayaan yang tidak mengenal demokrasi secara substantif. Demokrasi macam ini, harus ditelisik pengertiannya dengan pendekatan politik dan hukum sekaligus. Maka marilah kita bangun Politik Akal Sehat di Bangsa yang penuh dengan kesahajaan berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia Pancasila dan UUD 1945, bukan berdasarkan nilai-nilai cangkokan atau transplantasi bahkan copy paste dari yang bukan sejatinya yang tidak cocok diterapkan pada Bangsa kita yang besar ini. Jayalah Indonesia…! Salam Rahayu Nusantara #MF4P @MFathurochman @aktivis_98

Tentang maman fathurochman

Berkomitmen untuk turut serta mewujudkan Pandeglang yang Bersih, Berbudaya, dan Berkesejahteraan, menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, serta senantiasa bersyukur dan berharap ridho Allah SWT.
Pos ini dipublikasikan di Harapan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s