Sanghyang Sirah

Perjalanan ke Sanghyang Sirah yaitu Kepalanya Pulau Jawa. Syukur Alhamdulillah dapat ditemani oleh beberapa orang tua dan bertemu dengan sahabat keturunan Mama Agung Caringin dan beberapa peziarah lainnya. Sebuah pesan yang disampaikan Haji Entus Fahman Caringin untuk menjaga Banten menjadi amanah yang harus dijalankan demi kemaslahatan umat.

Sanghyang Sirah letaknya persis di ujung pulau Jawa dan posisinya termasuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon Provinsi Banten. Kawasan ini dikenal dengan julukan Seven Wonders of Banten (Tujuh Keajaiban Banten)

Peziarah percaya bahwa Gua Sanghyang Sirah adalah tilas (tempat bertapa) Prabu Kian Santang yang diyakini masih berada di situ sampai saat ini. Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa di Sanghyang Sirah terdapat maqam atau petilasan Prabu Siliwangi. Ada yang mengatakan petilasannya Prabu Kian Santang, Prabu Tajimalela, Prabu Sungging Perbangkala dan lain-lain. Tetapi intinya berkaitan dengan para karuhun Sunda khususnya dan karuhun pulau Jawa pada umumnya.

Pun Sampun Kasang Rumuhun Sri Sadana, Sri Sadini Naga Gini Gupa Gupi Gepeng Ingsung Lungguh Ing Maraneya Emas Duit Emberhala Muhammad Sing Nampani Manusia Sing Nampa Laa ilaha ilallah Muhammad Rasulullah

Menurut juru kunci, Abah Syargani, ujung kulon berarti ujungnya kula atau Ujung Aku dan Sirah berarti Kepala atau Pusatnya ilmu, pengetahuan dan tempat berkumpulnya para karuhun Sunda, Wali Sanga, Ibu Ratu Kidul, dan lain-lain. Di Sanghyang Sirah terdapat 7 sumur yang dikeramatkan, salah satunya adalah di dalam gua Sanghyang Sirah terdapat 4 sumur yang menggenangi Batu Qur’an dan ada mata air yaman yang suci.

Di dalam Gua Sanghyang Sirah terdapat tempat petilasan Prabu Siliwangi. Di luar gua dekat pintu masuk terdapat mata air saman yang dikeramatkan dan sering dipakai untuk air minum dan mandi. dengan Tujuan terbukalah pikiran/wawasan berpikir yang ada di dalam otak tentang jati diri dan mengerti tentang asal usul kita sebagai manusia ciptaan Allah SWT.

Sir Budi Badan Sampurna Sahidan Di Bumi Buahna Panca Tengah Bis Teguh Kalkuatna Allah Laa ilaha ilallah

Menurut kepercayaan penduduk setempat di goa tersebut sampai sekarang ini masih digunakan sebagai tempat bersemedi atau bertapa. Goa yang cukup besar dan terletak di bibir pantai Samudera Hindia, juga dikenal sebagai salah satu penghasil sarang burung walet di daerah tersebut. #MF4B @MFathurochman

View on Path

Tentang maman fathurochman

Berkomitmen untuk turut serta mewujudkan Pandeglang yang Bersih, Berbudaya, dan Berkesejahteraan, menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, serta senantiasa bersyukur dan berharap ridho Allah SWT.
Pos ini dipublikasikan di Aktivitas, Pandeglang dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s