Asep Kurnia Setia pada Baduy

PicsArt_06-14-03.35.36

ASEP KURNIA Setia pada Baduy
DWI BAYU RADIUS 14 Juni 2017

Asep Kurnia (52) mendedikasikan dirinya untuk warga Baduy. Ia menjembatani komunitas yang teguh memegang adat istiadat itu dengan birokrasi dan modernitas. Kedekatan pria itu dengan mereka diwujudkan tanpa mengharapkan pamrih.

Asep menerima petai dari seorang warga Baduy seraya tertawa. Ada sekitar 30 tangkai petai yang diantar ke rumah Asep di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (27/4). Petai-petai itu diambil dari kebun warga Baduy sendiri.

Beberapa warga Baduy lain sedang asyik berbincang di rumah Asep. Aroma sambal dan ikan asin yang sedang digoreng menguar di udara. Asep dan warga Baduy makan siang.

Malam harinya, rumah Asep juga digunakan sejumlah akademisi dan warga Baduy untuk berdiskusi. Mereka membahas beberapa kosakata yang sehari-hari digunakan warga Baduy sambil bersenda gurau.

Malam kian larut dan para tamu pamit kepada tuan rumah. Asep mempersilakan seorang warga Baduy yang ingin bermalam di rumahnya.

Suasana itu hanya sedikit gambaran dari kedekatan Asep dengan warga Baduy yang juga tinggal di Desa Kanekes. Di desa itu terdapat warga Baduy Dalam yang mematuhi pantanganpantangan, seperti tak menggunakan peralatan elektronik, naik kendaraan bermotor, dan mengenakan alas kaki. Kelompok lain adalah Baduy Luar yang boleh menggunakan berbagai fasilitas itu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Refleksi | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Bersyukur

PicsArt_03-25-11.51.41

Alhamdulillah, inilah kata yang sepantasnya kita ulang-ulangi berada di hari-hari awal di bulan Ramadhan. Betapa tidak, dari jutaan orang beriman, kita termasuk orang yang terpilih bertemu Ramadhan tanpa ada hambatan sedikitpun. Kita bisa melaksanakan ibadah apa saja di bulan yang mulia ini. Coba lihat berapa banyak yang berada di rumah sakit yang sedang dirawat dengan penyakit tertentu saat Ramadhan tiba. Berapa orang yang berada dalam tahanan atau tidak bebas beramadhan seperti kita.

Berada di awal Ramadhan terasa memang berat. Namun memang ini hanyalah masalah kebiasaan saja. Setelah sepekan, kita akan terbiasa tidak makan di siang hari. Namun, yang harus kita jaga dengan baik adalah perbuatan kita yang mengurangi pahala berpuasa. Kita harus waspada jangan sampai kita termasuk mereka yang oleh Rasulullah dikatakan tidak mendapat pengampunan, karena banyaknya pelanggaran yang sering kita tidak sadari.

Bertekadlah untuk tekun beribadah dari hari pertama sampai hari terakhir. Bertekadlah untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan berbagai ibadah sunnah yang dianjurkan. Bertekadlah untuk mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an dan shalat di malam hari selama Ramadhan. Bersiaplah melawan godaan hawa nafsu karena godaan syetan sangat dekat dengan kita.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Fadzkuruunii adzkurkum wasykuruulii walaa takfuruun (QS Al-Baqarah 2:152). Artinya: Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.

BERSYUKURLAH KARENA KITA ADALAH ORANG PILIHAN YANG DAPAT BERAMADHAN DI TAHUN INI

#MF4B #BabadBanten @MFathurochman @aktivis_98

Dipublikasi di Ulasan | Meninggalkan komentar

Silat Gunung Jati

PicsArt_05-11-08.50.31

PERGURUAN SILAT GUNUNG JATI

Oleh: Ust. Muhammad AM

Kondisi jiwa yang kuat dan fisik yang sehat sangat diperlukan dalam menghadapi kehidupan yang semakin hari semakin tidak menentu. Banyak diantara mereka yang menjadi stress karena tidak kuat dalam menghadapi permasalahan hidup, jiwanya tidak tenang, masalah kecil yang seharusnya mudah diselesaikan menjadi besar karena ketidakmampuan mengatasinya. Saat ini juga banyak ditemukan orang yang sakit fisik bukan disebabkan terganggunya organ fisik tapi disebabkan oleh masalah yang sedang dihadapi. Hal ini menunjukkan bahwa sehat fisik saja tidak cukup, oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan yang dapat mengembleng fisik dan kejiwaan sehingga seseorang mampu menghadapi permasalahan hidup yang sedang dihadapi.

Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas fisik dan jiwa adalah dengan berlatih silat Gunung Jati. Perguruan silat Gunung Jati merupakan salah satu ilmu silat yang bersumber dari Syekh Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Ilmu silat Gunung Jati ini merupakan dakwah Islamiyah yang dapat membimbing umat Islam menuju keridloan Allah Ta’ala.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Ulasan | Meninggalkan komentar

Mengenal HTI

PicsArt_05-10-07.48.54

(Tulisan yang sangat mencerahkan)

MENGENAL LEBIH DEKAT HTI
Oleh: K.H. Ghazali Said
Hizbut Tahrir adalah Organisasi Terlarang (OT) di negaranya sendiri. Sebenarnya kelompok besarnya itu Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada 1928, dua tahun setelah NU berdiri, NU kan berdiri 1926. Pendiri Ikhwanul Muslimin Syaikh Hasan Al-Banna.
Menurut saya, pemikiran Syaikh Hasan Al-Banna ini moderat. Dia berusaha mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, merangkul kelompok tradisional yang mungkin perilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. Syaikh Al-Banna menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin itu harkah islamiyah, sunniyah, salafiyah, jadi diakomodasi semua, sehingga ikhwanul muslimin menjadi besar.
Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimin yang sangat rahasia. Kader yang berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer betul, doktrinnya pakai kesetiaan seperti tarikat kepada mursyid. Ini dibawah komando langsung Ikhwanul Muslimin. Ketika pada 1948 Israel mempermaklumkan sebagai negara maka terjadi perang. Nah, Tandhimul Jihad ini ikut perang, dan kelompok ini yang punya prakarsa-prakarsa.
Dipublikasi di Ulasan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Demokrasi Pancasila?

PicsArt_05-05-10.39.23

(Tulisan yang sangat inspiratif)

MEMPERBARUI CARA PANDANG DAN CARA PRAKTEK DEMOKRASI PANCASILA*)

Oleh: M. Hatta Taliwang

Direktur Institut Soekarno Hatta (ISH)

DEMOKRASI PANCASILA

Karena pangkal tolak demokrasi Pancasila adalah kekeluargaan dan gotong-royong, maka demokrasi tidak mengenal kemutlakan golongan, baik kemutlakan karena kekuatan fisik, kemutlakan karena kekuatan ekonomi, kemutlakan karena kekuasaan, maupun kemutlakan karena besarnya jumlah suara. Kehidupan demokrasi Pancasila tidak boleh diarahkan untuk semata-mata mengejar kemenangan dan kepentingan pribadi atau golongan sendiri, apalagi ditujukan untuk mematikan golongan yang lain, selama golongan ini termasuk dalam warga Orde Baru, warga Pancasila dan UUD 45 Azas demokrasi Pancasila sebenarnya telah diatur secara konstitusional, ialah mengikut sertakan semua golongan yang mempunyai kepentingan dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan dengan jalan musyawarah untuk mufakat.

Presiden Soeharto dalam pidatonya diawal kekuasaannya pada 16 Agustus 1967.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Analisis, Refleksi, Ulasan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Banten ke Malaka

PicsArt_04-19-12.16.44

Catatan 4 hari di Malaysia

Sejarah memang bergerak, tidak diam. Selalu menarik setiap orang yang ingin berubah, atau mengikat orang-orang dalam satu ruangan yang seirama.

Nampaknya ini juga yang saya alami bersama Kang Maman Sekjend dan Kang Moggi pendiri Babad Banten dalam perjalanan 4 hari di Malaysia.

Pertama. Kami dipertemukan dengan kerabat-kerabat dari kerajaan di Malaysia yang memiliki komitemen untuk menjaga dan memajukan identitas Melayu (Nusantara) sebagai identitas Islam. Bagi Melayu Islam adalah jiwa lahir bathin. Bukan Melayu kalau bukan Islam. Prinsip ini nyaris sama apa yang dipegang oleh leluhur kita. Sunda (Banten) adalah Islam. Kalau murtad dari Islam bukan Sunda.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Aktivitas, Analisis, Ulasan | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Dongeng Babad Banten

PicsArt_04-05-10.17.09Dikutip dari Lembaga Keilmuan dan Kebudayaan  Babad Banten.

Babad Banten yang diceritakan ini adalah versi dongeng, dongeng para orang tua yang turun temurun diceritakan kepada anak cucunya, bukan versi ilmiah atau pendapat parah ahli sejarah yang dituliskan dalam buku melalui metodologi ilmiah dan akademis dan telah diterbitka di toko-toko buku. Hal ini merupakan motivasi Sahabat PAPAT untuk melakukan penelusuran tentang Kejayaan Kesultanan Banten dengan berbagai kisah yang akan dikemas secara menarik oleh para Pegiat Dakwah Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten), baik dalam bentuk novel atau film animasi nantinya.

Banten adalah daerah yang terletak di ujung barat Pulau Jawa, Kerajaan Banten yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Padjajaran yang kemudian diambil alih oleh Kerajaan yang kemudian disebut Kesultanan Cirebon.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Refleksi | Tag , , | Meninggalkan komentar